Santori Rintis Sustainable Feedlot

Santori Rintis Sustainable Feedlot

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya, Santori, ber upaya mewujudkan industri penggemukan sapi berkesinambungan (sustainable feedlot) di Bekri, Lampung Tengah. Tahap awalnya adalah membangun manure separator system (unit pengolahan kotoran) untuk memisahkan limbah padat dan cair yang diproduksi puluhan ribu ekor sapinya.

Unit pengolahan limbah ini dilengkapi empat buah sistem pemisah manure dengan kapasitas pengolahan 3 1.000 m . Selanjutnya limbah cair dimanfaatkan untuk pembersihan kandang sapi, sementara padatannya sebagai pupuk organik.

Kerja Sama

Menur ut Safuan Kasno Soewondo, Head of Countr y Indonesia JAPFA Beef Division, untuk membangun fasilitas pengolahan limbah tersebut pihaknya menginvestasikan kurang lebih Rp7 miliar. “Memang tidak murah tapi semua dilakukan untuk memenuhi peraturan pemerintah yang menginginkan industri apapun har us ramah lingkungan,” paparnya dalam acara Tasyakuran dan Peresmian Manure Separator System (26/5).

Sistem ini, lanjut Safuan, mulai beroperasi sejak Maret 2017 tetapi peresmiannya baru dilakukan pada bulan Mei 2017. Setiap hari, mesin pemisah itu menghasilkan kurang lebih 30 ton padatan dan limbah cair yang langsung digunakan kembali untuk menyiram kandang sapi. Sebagian dari limbah padat itu dikirim ke PT Great Giant Pineapple (GGP) sebagai bahan baku kompos. Kerja sama ini berlangsung hingga Juni 2017.

Di samping menggandeng industri, Santori juga bekerjasama dengan Fakultas Per tanian Universitas Lampung (Unila). Santori dan Unila membuat demplot untuk uji coba penanaman bawang merah dengan memanfaatkan pupuk organik tersebut. “Dari analisis yang sudah dilakukan, kualitasnya luar biasa. Semoga dengan kerja sama ini Lampung Tengah bisa lebih cepat maju,” harap Ir wan Sukri Banuwa, Dekan Fakultas Pertanian Unila.

Kedua pihak akan memberdayakan masyarakat sekitar dengan memberikan pendampingan. Selain pendampingan teknis di lahan, petani juga akan mendapat pendampingan untuk pemasaran pascapanen bawang merah.

Keselarasan Program

Pada kesempatan yang sama, Santori juga melakukan pelepasan bibit ikan nila secara simbolis di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), menyerahkan bantuan tempat sampah hasil kar ya anak-anak Sekolah Dasar sekitar lokasi peternakan, dan menanam pohon di areal halaman kantor Santori.

“JAPFA mengharapkan program ini bisa memberikan hal positif bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan investasi sosial,” tutur Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA.

Menurut Dada, begitu ia disapa, program-program JAPFA berpegang pada prinsip kesinambungan dan investasi sosial. Harapannya, sesuai motto perusahaan, “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”, program-program tersebut dapat memberi dampak positif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar.