DDGS untuk Pakan Unggas

DDGS untuk Pakan Unggas

Park Waldroup, nutrisionis dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat, mengungkapkan saat ini banyak produsen etanol mengekstrak minyak Dried Distillers Grains with Solubles (DDGS) untuk produksi biodiesel dan pemakaian bahan pakan. “Diperkirakan lebih dari 70% pabrik etanol mengeluarkan sebagian minyak dari DDGS. Tetapi hasilnya bergantung pada metode ekstraksinya. Biasanya berkisar antara 30%-70% minyak yang keluar,” terang Waldroup yang menjadi pengisi materi di seminar Broi lers Feed Quality Conference Highlights di Jakarta (22/8).

Pengaruh terhadap Bobot Broiler

Waldroup mengatakan, penelitian yang dilakukan Guney dan kawan-kawan, mengungkap pengaruh DDGS rendah minyak terhadap bobot broiler. Pene li tian dilakukan de ngan mengujikan dua jenis DDGS rendah minyak dan satu DDGS tanpa ekstraksi yang diperoleh dari pabrik etanol berbeda di Amerika Serikat (AS). “Se banyak 10%-20% sampel DDGS dicampur dalam ransum broiler. Dan yang pasti ransumnya memenuhi semua kandungan gizi seperti asam amino tercerna, kalsium, dan fosfor,” terangnya. Setiap sampel memiliki komposisi yang berbeda-beda. Sampel yang sudah diekstrak mengandung minyak masing-masing 7,52% dan 6,74%. Sedangkan sampel tanpa ekstraksi kandungan minyaknya 12,45%. Hasil penelitian menyimpulkan, “Pada umur 18 hari, ransum yang diberi 10% DDGS tinggi dan rendah minyak menghasilkan bobot badan ayam lebih tinggi dibandingkan kontrol. Sedangkan pemberian 20% DDGS tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan,” terang Profesor yang mendapat gelar doktornya dari Universitas Florida, AS. Demikian pula rasio konversi pakannya (FCR) lebih baik pada pencampuran 10% DDGS ketimbang yang 20%.

Kandungan Energi Dipengaruhi Kandungan Minyak

Doktor yang telah menghasilkan 400 publikasi ilmiah ini mengatakan kandungan energi bahan pakan merupakan penyumbang utama nilai bahan di dalam ransum. “Sekitar 75% dari biaya ransum broiler berkait an dengan kandungan energinya. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui kandungan energi di dalam bahan pakan,” terangnya. Waldroup melanjutkan, energi yang bisa dimanfaatkan tidak dapat diperoleh dari analisis kimia seperti protein atau asam amino. “Suatu bahan baku yang komposisinya sangat beragam akan lebih sulit untuk menilai berapa energinya,” jelas Waldroup yang sudah mempresentasikan penelitiannya di lebih dari 50 negara.

Saat ini, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan persamaan yang dapat dipakai oleh pabrik pakan untuk mengukur kandungan energi DDGS berdasarkan komposisi kimianya. Hasil penelitian Dale dan Meloche, digunakan untuk mengembangkan persamaan yang dipakai dalam menduga kandung an AMEn DDGS ber dasarkan komposisi kimianya. Hasil akhir didapatkan persamaan AMEn (kkal/kg) = 3673 – (121,35 x CF) + (51,29 x EE) – (121,08 x Ash).