Ini 5 Bahaya Yang Mengancam Para Pecinta Kopi, Kamu Harus Hati

Kafein dapat dengan mudah melewati plasenta, hati janin yang belum matang akan mengalami kesulitan untuk memecahnya. Karena itu, janin lebih mungkin mengalami efek samping dari kelebihan kafein ini dibandingkan dengan orang dewasa. Setiap orang sejatinya memiliki kadar batas toleransi kafein yang beragam, namun umumnya 250 mg kopi sehari masih tergolong aman. Untuk lansia, disarankan atau dibolehkan minum kopi tanpa kafein.

Mengapa tidak baik untuk mengkonsumsi kafein berlebih

Agar makin meriah, bisa sambil menari dan bermain musik, atau menggunakan kostum dan aksesoris khas sesuai lagu daerah yang Anda pilih. Konsumsilah kopi dalam batas yang wajar dan tidak terlalu berlebih, sehingga Anda dapat merasakan khasiatnya. Sebisa mungkin hentikan seluruh pekerjaan yang sedang dilakukan saat makan. Ciptakan suasana makan yang mendukung kamu untuk hanya fokus pada makanan saja.

Meskipun konsumsi kopi sejumlah kecil sampai sedang dapat meningkatkan motilitas usus, dosis yang lebih besar dapat menyebabkan diare atau GERD. Mengurangi asupan kopi atau mengganti teh mungkin bermanfaat. Menjadi pengaruh yang buruk bagi kesehatan tubuh, penurunan kualitas maupun kuantitas tidur akibat insomnia. Selain memicu kenaikan tekanan darah, kafein juga memungkinkan peningkatan kecepatan detak jantung. Kadang pada kondisi-kondisi tertentu, konsumsi kafein berlebihan bisa memicu terjadinya aritmia, atau detak jantung yang bekerja tidak beraturan.

Untuk menghindari sakit kepala dan migrain, Anda harus memastikan untuk tetap terhidrasi. Bagi sebagian orang, dehidrasi ringan pun bisa memicu sakit kepala. Air adalah yang terbaik, Anda juga bisa menggantinya dengan jus buah tanpa tambahan pemanis. Penyakit asam lambung merupakan penyakit yang sering dikeluarkan banyak orang.

Jika salah satu efek minum kopi bisa membuat orang ingin BAB, itu berhubungan dengan efek laksatif dari kopi. Ketika mengonsumsi kopi, perut akan memproduksi hormon yang mempercepat aktivitas di usus. Dalam studi itu, sebanyak 25 peminum kopi sejati menjadi responden dan diminta untuk mengonsumsi kopi dalam jumlah regular.

Oleh karena itu sebaiknya hindari mengonsumsi kopi di trimester pertama kehamilan. Saat hamil, tubuh Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memecah kafein sehingga peluang kafein mencapai bayi menjadi lebih tinggi. Kafein bisa berpindah dari tubuh ibu dan janin melalui plasenta. Organ tubuh bayi yang sedang dalam pasa pertumbuhan dapat terganggu akibat efek samping dari kafein tersebut. Perlu diketahui bahwa kafein tidak hanya terdapat di dalam kopi saja, minuman lain seperti soda, minuman energi dan teh juga mengandung kafein.

Akan tetapi, bahan alami ini tidak diperkenankan dikonsumsi oleh penyintas diabetes, sebab bisa menyebabkan gula darah menjadi rendah dan kurang baik bagi kesehatan pasien diabetes. Asupan kafein yang tinggi juga telah terbukti meningkatkan tekanan Situs Judi Slot darah yang dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Terlepas dari itu, jika Anda merasa ada perubahan dalam denyut jantung atau ritme setelah mengonsumsi kopi yang mengandung kafein, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi asupan harian.